← Kembali
BUDIDAYA TEMBAKANG (AIR DENGAN SIRKULASI)
01 Jan 1970
Ikan tambakan (Helostoma temmincki) adalah ikan asli Indonesia terdapat di beberapa sungai di Sumatera dan Kalimantan. Ikan tambakan dibeberapa daerah dapat dikenal dengan ikan Terbakan (Jawa Barat), tambalang (Jambi), ikan sapil (Sumsel) dan Biawan (Kalimantan). Ikan tersebut hidup di sungai, anak sungai dan daerah genangan kawasan hulu hingga hilir bahkan di muara-muara sungai yang berlubuk dan berhutan dipinggirnya.
Ikan tambakan merupakan satu-satunya ikan dari anggota family helostomatidae yang bisa ditemukan di Asia Tenggara. Selain sebagai ikan konsumsi, ikan tambakan juga dipelihara untuk menjadi ikan hias oleh penghobi ikan hias, karena memiliki warna yang unik serta memiliki kebiasaan menghisap dan mencium bibir ikan lain dan benda lainnya (Talwar dan Jhigran, 1991).
Ciri-ciri ikan tambakan yaitu badan berbentuk oval - lonjong dan kesamping (compresed). Mulut monyong dapat disembulkan, celah mulut horizontal sangat kecil, rahang atas bawah sama, bibir tebal mempunyai deretan gigi biasanya pada ujungnya berwarna hitam. Sisik tergolong stenoid, jika diraba kasar karena ada duri pada tepinya. Jari-jari sirip dada pertama mengalami modifikasi berbentuk benang memanjang. Sisik pada daerah punggung kehijauan-kehijauan agak kelabu, lebih terang daripada bagian perut dan mempunyai garis-garis membujur longitudinal.
Ikan tambakan juga memiliki alat pernapasan tambahan yang sering disebut dengan labirin. Ikan tambakan juga mampu beradaptasi terhadap kondisi perairan yang mariginal, seperti derajat kesamaan perairan yang relatif rendah dan adanya dominasi ikan-ikan yang sering menimbulkan penyakit umum. Ikan tambakan juga sangat cocok dipelihara di kolam yang sirkulasi air yang kurang lancar, atau miskin oksigen karena ikan ini mempunyai alat pernapasan tambahan yang dapat diambil dari udara bebas.
Kebiasaan makanan Ikan Tambakan cenderung bersifat omnivora (pemakan segala) yang mau memakan hampir segala jenis makanan. Makanannya bervariasi, mulai dari lumut, tanaman air, cacing kecil, zooplankton, hingga serangga air yang berada disekitarnya. Makanan merupakan faktor yang sangat penting dalam pertumbuhan ikan. Untuk merangsang pertumbuhan yang optimal diperlukan jumlah dan mutu makanan dalam keadaan cukup serta sesuai dengan kondisi perairan. Karena ikan tambakan merupakan ikan pemakan omnivora (pemakan segala) hal ini dapat menekan pemberian pakan pabrikan yang harganya sekarang relatif semakin tinggi dimana hal ini menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi yaitu masalah pakan. Dengan kandungan protein yang rendah dan yang memiliki harga lebih murah dibandingkan pakan yang memiliki kandungan protein tinggi pertumbuhan ikan tambakan tetap mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Ikan tambakan merupakan ikan lokal yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, memiliki prospek pengembangan budidaya dengan peluang besar, harga jual cukup mahal, ikan tambakan merupakan komoditas penting dalam bisnis ikan air tawar. Ikan ini dimanfaatkan oleh masyarakat diantaranya sebagai bahan pakan untuk ikan pada keramba jaring apung, namun telur ikan tambakan (Helostoma temminckii) dimanfaatkan dalam acara adat Lampung untuk pemberian bekal keberangkatan haji. Hal ini yang menyebabkan telur ikan tembakang menjadi mahal. (Ubamnata, 2015).
Komoditas ikan ini tergolong ekonomis penting karena harganya yang tinggi, dan rasa dagingnya yang gurih membuat ikan tambakan sangat digemari dikalangan masyarakat Indonesia bahkan di beberapa negara seperti Brunei dan Malaysia. Ikan tambakan juga banyak diperdagangkan untuk dibudidaya di Asia Tenggara. Berdasarkan keunggulan tersebut, ikan tambakan digolongkan sebagai ikan potensial untuk dibudidayakan, sehingga perlu dilakukan kegiatan pembenihan ikan tambakan