← Kembali
peternakan sapi perah
01 Jan 1970
Banyak orang yang mulai tergiur dengan beternak sapi perah. Peternak mulai menyadari bahwa keunggulan budidaya sapi perah. Bagi pemula Anda bisa mulai dengan sejumlah faktor penting mulai dari memilih pembibitan hingga perawatan yang cukup mudah. Bagi Anda yang tertarik dengan budidaya ini, Anda juga perlu memahami bahwa ada sejumlah faktor kegagalan yang bisa saja mengintai bagi Anda yang ingin budidaya sapi perah.
Faktor selanjutnya, agar sapi perah tidak stress dan merasa nyaman Anda bisa mulai dengan menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi ternak sapi perah.
Keuntungan Budidaya Sapi Perah
Bagi sebagian orang ternak sapi memiliki keuntungan yang cukup besar. Sapi perah ternyata bisa menghasilkan susu segar yang dapat dikonsumsi langsung dengan jumlah yang cukup besar. Susu sapi perah yang kaya akan nutrisi ini kemudian bisa diolah menjadi berbagai olahan yang baik seperti susu, keju dan yogurt. Jika Anda berhasil untuk melakukan budidaya ternak tersebut, besar kemungkinan bahwa pendapatan dari ternak sapi perah cenderung stabil.
Jenis Sapi Perah
Sebelum memulai budidaya, jenis sapi ini ternyata cukup populer baik di Indonesia maupun mancanegara. Populasi sapi perah di Indonesia cocok untuk bisa menghasilkan spesies sapi perah agar bisa menghasilkan susu terutama dalam segi kualitas dan kuantitas. Beberapa jenis sapi perah yang paling populer di Indonesia. Antara lain:
Friesian Holstein (FH)
Jenis sapi ini terkenal sangat populer, sapi perah yang identik dengan warna hitam putih. Sapi ini juga mampu menghasilkan susu terbaik dengan olahannya. Masuk dalam salah satu sapi populer, jangan heran jika sapi yang satu ini mampu menghasilkan susu yang cukup melimpah. Penelitian menunjukkan bahwa satu ekor sapi friesian holstein mampu menghasilkan 15-20 liter susu per hari, dengan siklus laktasi berkisar antara 4000-6000 liter setiap tahunnya.
Jersey
Jenis sapi yang satu ini berasal dari Jersey, Inggris, dengan ciri khas utama pada variasi warna tubuhnya di setiap individu. Anda bisa menjumpai bahwa hewan ternak yang satu ini memiliki tubuh yang dapat berwarna hitam, coklat tua, coklat muda, coklat kekuningan, atau cokelat keputihan. Jenis sapi ini mampu menghasilkan susu hingga 2200 liter, atau sekitar 5 hingga 7 liter per hari.
Milking Shorthorn
Selanjutnya, sapi ini cocok untuk budidaya dengan kondisi cuaca dataran tinggi. Sapi subtropis ini juga berasal dari Inggris yang mana sapi bisa dipelihara dengan kondisi cuaca dataran tinggi. Sapi ini juga memiliki bermacam-macam mulai dari warna merah, hitam hingga coklat.
Brown Swiss
Jenis sapi ini masuk sebagai spesies yang sangat produktif. Sapi ini juga memiliki keunggulan dengan kemampuannya untuk memberikan daging dan susu. Dagingnya memiliki tekstur yang padat dan lembut, menjadikannya salah satu pilihan yang populer untuk budidaya
Selain itu, Anda pasti terkejut bahwa susu sapi yang berhasil dihasilkan dari sapi Brown Swiss sebanyak 6000 liter dan rata-rata untuk sapi betinanya memiliki berat sampai 700 kg. Sapi ini memiliki kandungan lemak yang rendah, membuatnya menjadi pilihan yang lebih sehat untuk konsumsi.
Guernsey
Bagi Anda yang tertarik untuk budidaya, Anda bisa memaksimalkan budidaya sapi ini dengan memahami karakteristik dengan warna tubuh yang khas. Warna pada sapi perah yang mana memiliki warna coklat, dengan kepala yang cukup panjang, dengan bagian tubuh yang baik dengan lemak dan ototnya yang tidak terlihat. Jenis sapi yang satu ini menyukai padang rumput yang subur dan luas.
Budidaya Peternakan Sapi Perah
Lokasi Kandang yang Cocok
Hal pertama yang bisa Anda lakukan dalam usaha beternak sapi perah adalah pemilihan lokasi kandang. Lokasi ideal untuk peternakan sapi berada di dataran tinggi, umumnya berada di daerah yang agak terpencil dari pemukiman penduduk namun masih dapat diakses dengan kendaraan. Jarak minimal antara kandang sapi dengan rumah sebaiknya adalah 10 meter. Selain itu, perlu memastikan bahwa kandang mendapat paparan sinar matahari agar menjaga kesehatan hewan.
Anda juga bisa memastikan bahwa kandang untuk jantan dan betina memiliki perbedaan keduanya. Anda bisa juga harus memastikan ketinggian kandang yang mana ada pada ukuran antara 2 hingga 2,5 meter dari permukaan tanah. Suhu yang ideal untuk sapi penghasil susu berkisar antara 25 hingga 40 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban yang sesuai sekitar 70%.
Pemilihan Bibit Sapi Perah
Setelah Anda bisa menentukan bahwa lokasi dan kandang yang cocok untuk budidaya, kini Anda harus bisa menentukan pemilihan bibit sapi perah. Berikut ini akan ada beberapa ciri-ciri sapi perah yang baik, antara lain:
Bibit sapi ada pada umur antara 2-5 tahun
Bibit sapi dari jenis yang bisa menghasilkan banyak susu
Bagian tubuh yang tidak cacat
Bisa memastikan dapat melahirkan sapi
Bibit sapi yang tidak mudah terkena penyakit
Sapi yang memiliki reproduksi yang normal
Pemberian Pakan Sapi Perah
Anda perlu untuk memperhatikan makanan atau pakan untuk sapi perah. Anda dapat mulai dengan pakan berupa jerami padi, daun jagung, rumput gajah, rumput raja, dan dedaunan. Untuk pakan hijauan, Anda bisa dengan memberikannya pada siang hari setelah proses pemerahan dalam jumlah sekitar 30–50 kg per hari. Sementara itu, pakan tambahan seperti konsentrat cukup diberikan sebanyak 1–2%.
Sapi betina yang sedang menyusui anak memerlukan tambahan pakan sekitar 25% hijauan dan pakan konsentrat. Untuk meningkatkan produksi susu lebih baik, sebaiknya Anda bisa menambahkaan pakan hijauan atau rumput-rumputan dengan kacang-kacangan. Pastikan juga memberikan akses air minum secara bebas.
Perawatan dan Pemeliharaan
Perawatan terbaik untuk satu ini perlu untuk Anda perhatikan karena bisa membuat sapi terhindar dari serangan penyakit. Sama halnya dengan kotoran yang ada pada sapi, Anda bisa memperhatikannya agar tidak membuat kandang menjadi lebih bau dan menjadi sumber penyebab kotoran pada sapi. Bagi menjaga kesehatan sapi, Anda juga mementingkan air minum yang baik agar bisa menyesuaikan pada kesehatan sapi perah.
Proses Pemanenan Susu
Kegiatan panen susu ini juga menjadi hal yang penting sebab sapi perah tidak hanya bisa diambil manfaat susunya, namun Anda juga bisa menghasilkan produk lain seperti daging dan kulit. Hewan ternak ini bisa menghasilkan daging dan kulit yang cukup bagus bagi keperluan manusia. Bahkan kotoran hewan ternak ini juga bisa menjadi pupuk yang baik untuk tanaman dan tumbuhan.