← Kembali
Budidaya ikan gurame
01 Jan 1970
Ikan gurame berbentuk pipih, dengan panjang sekitar 3-4 kali tinggi badannya. Kepalanya lancip saat masih kecil dan tumpul ketika dewasa. Sementara sirip punggung gurame lebar dan panjang, ujung ekonya membulat. Ikan ini mempunyai alat pernapasan tambahan disebut labirin yang dapat membuat gurame tetap hidup di perairan minim oksigen.
Cara budidaya ikan gurame bisa dilakukan di kolam tanah maupun kolam terpal. Ada 3 tahapan penting yang perlu diperhatikan di budidaya gurame, yakni pemilihan bibit gurame, perawatan di kolam, dan pengendalian hama atau penyakit.
1. Tahap Persiapan Kolam
Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam persiapan kolam ikan gurame:
Siapkan kolam tanah atau kolam terpal;
Kolam punya saluran masuk air untuk debit memadai;
Jika perlu, siapkan kolam pembenihan dan kolam pemeliharaan;
Untuk kolam tanah perlu perbaikan pematang dan dasarnya;
Kolam tanah juga perlu pengeringan, pengapuran, penggaraman;
Pengapuran dan penggaraman kolam tanah jika diperlukan saja;
Setelah persiapan selesai, kolam tanah bisa diisi air;
Untuk kolam terpal, perlu pembersihan dasar atau pinggir kolam;
Kolam terpal juga perlu pengeringan, desinfeksi, penggaraman;
Desinfeksi dan penggaraman di kolam terpal jika diperlukan saja;
Setelah tahap persiapan, pengisian air kolam terpal bisa dilakukan;
Kolam siap digunakan bila volume air sudah stabil
Kondisi kualitas air juga mesti sudah memenuhi persyaratan;
Pengisian air kolam dilakukan dengan menyaring air masuk;
Penyaringan air untuk mencegah masuknya sampah atau ikan liar.
Ikan gurame bisa hidup di air tawar atau sedikit payau
Untuk air payau, kadar garam maksimal 5 permil
Kedalaman air kolam 75-100 cm.
Kualitas air yang disukai gurame punya Ph 6.5 - 9.0
Oksigen terlarut dalam air di atas 5.0 ppm
Suhu air 24-30 derajat celcius.
2. Pemilihan Benih Ikan Gurame
Berikut kriteria benih ikan gurame yang bermutu:
Benih dilengkapi surat keterangan asal benih;
Ukuran minimal 6 cm;
Punya badan sehat, tidak terdapat luka dan cacat.
Pembibitan gurame juga bisa dilakukan dengan pemijahan (perkawinan induk ikan). Berikut panduan ringkas persiapan buat pemijahan ikan Gurame:
Pilih induk jantan dan betina berkualitas
Induk jantan yang baik punya berat 2 - 2,5 Kg
Induk betina yang baik punya berat 1,5 - 2 Kg
Induk gurame suka hidup di perairan dalam dan tenang
Suhu air ideal 25-28 derajat celcius
Kolam di ketinggian 100-300 mdpl
Tempat pemijahan berupa kolam tanah
Luas ideal kolam 25-50 meter persegi
Kolam di lahan terbuka dan terpapar sinar matahari
Sebelum diisi air, kolam tanah dibersihkan dan dijemur sepekan
Ketinggian air kolam 60-100 cm
Air dibuat mengalir meski debitnya tidak besar
Isi kolam dengan perlengkapan sosog, anjang-anjang, sarang
Sosog dan anjang-anjang bisa terbuat dari bambu
Sarang bisa dibuat dari ijuk halus atau serabut kelapa
Masukkan induk betina dan jantang 3 hari setelah kolam siap
Pilih induk betina yang perutnya membesar dan lunak
Satu kolam diisi 1 jantan dan 4 betina
Pakan diberikan tiap hari berupa pelet atau daun lunak
Hindari pakan berlemak seperti bungkil kelapa
Hindari juga pakan umbi kayu.
3. Penebaran benih
Penebaran benih perlu memperhatikan hal-hal berikut:
Penebaran benih sebelum pukul 08.00 pagi;
Penebaran benih juga bisa setelah pukul 16.00 sore;
Penebaran melalui aklimatisasi (adaptasi) benih di lingkungan baru.
4. Pemeliharaan
Pemeliharaan ikan gurame disarankan melalui 2 tahap. Panduan ringkasnya sebagai berikut:
Pemeliharaan tahap I selama 90-120 hari
Berat ikan di tahap I 7-15 gram per ekor
Penyebaran di tahap I 15-20 ekor per meter persegi
Panen di tahap I saat berat ikan 200-300 gram per ekor
Pemeliharaan di Tahap 2 selama
Pemeliharaan Tahap 2 selama 120-150 hari
Berat ikan di tahap 2 200-300 gram
Penyebaran di tahap 2 5-7 ekor per meter persegi
Panen di tahap 2 saat berat ikan 500-700 gram per ekor.
5. Pemberian Pakan
Pakan ikan gurame terdiri dari buatan dan alami (dedaunan);
Contoh pakan dedaunan: daun talas, kangkung, daung singkong;
Pemberian dedaunan 1-2% bobot biomas per hari
Volume di atas diberikan dalam sekali pemberian.
Pakan buatan punya kandungan protein minimal 20 persen;
Pakan buatan wajib belum kedaluwarsa;
Disarankan pakai pakan buatan yang terdaftar di KKP;
Ukuran pakan 1 mm, 2 mm dan 3 mm
Ukuran pakan mempertimbangkan bukaan mulut ikan;
Jumlah pakan sebanyak 1 – 3% bobot biomas per hari;
Frekuensi pemberian pakan sesuai kondisi ikan dan lingkungan;
Umumnya, pemberian pakan 1 – 2 kali per hari.
6. Manajemen Kualitas Air
Pengukuran parameter dilakukan rutin dan terjadwal;
Parameter yang diukur: Temperatur, pH, dan kecerahan;
Pengukuran parameter oksigen terlarut sesuai kebutuhan;
Hasil pengukuran dicatat secara rapi;
Temperatur air kolam gurame 25-30 derajat celcius;
Ph air kolam gurame 6,5 - 8,5;
Oksigen terlarut minimal 2 ppm;
Ketinggian air kolam 1 - 1,2 meter;
Kecerahan air kolam 40-60 cm;
Jika ada yang di luar standar baku, lakukan tindakan yang diperlukan.
7. Pengendalian Penyakit
Terkait dengan pengendalian penyakit atau hama di kolam ikan gurame, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut
Ikan gurame sering mudah mati di awal pemeliharaan;
Waspadai benih yang tidak ditangani dengan baik di daerah asal;
Sebab, benih bisa kesulitan benih beradaptasi dengan lingkungan baru;
Benih yang ditangani dengan baik dapat terjamin kesehatannya;
Penggunaan vitamin C bisa dilakukan pada awal pemeliharaan;
Penyakit ikan gurame bisa diamati secara visual dari kondisi benih;
Gejala penyakit bisa tampak dari ikan yang berenang menyendiri;
Gejala penyakit bisa tampak dari nafsu makan yang berkurang;
Gejala penyakit bisa tampak dari luka di tubuh ikan;
Luka jadi indikasi adanya serangan patogen (bakteri);
Terkadang, tubuh dan sirip ikan juga mengalami luka-luka;
Disarankan bertanya ke pendamping teknis/ahli soal gejala penyakit;
Pemakaian bahan kimia dan obat-obatan perlu juga dikonsultasikan.
8. Pemanenan Ikan
Panen dilakukan saat ikan sudah mencapai berat ideal;
Di panen tahap I, berat idealnya 200-300 gram per ekor;
Di panen tahap II, berat idealnya 500-700 gram per ekor;
Umumnya ikan gurami dijual dalam kondisi hidup;
Maka itu, panen perlu dilakukan hati-hati;
Cara panen: ikan ditangkap dengan tangan (tanpa alat);
Lalu, ikan dimasukkan dalam ember/jerigen/drum plastik berisi air.