01 Jan 1970
Yogyakarta – Penggunaan sistem irigasi tetes mulai banyak diterapkan oleh petani di berbagai daerah sebagai solusi untuk menghemat penggunaan air sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Teknologi ini bekerja dengan cara menyalurkan air langsung ke area akar tanaman melalui selang dan pipa khusus. Dengan metode tersebut, penggunaan air menjadi lebih efisien dibandingkan sistem penyiraman konvensional.
Selain menghemat air, sistem irigasi tetes juga membantu menjaga kelembapan tanah tetap stabil sehingga tanaman dapat tumbuh lebih optimal. Teknologi ini sangat cocok diterapkan pada lahan hortikultura, perkebunan, dan pertanian modern.
“Dengan irigasi tetes, petani dapat mengurangi pemborosan air dan biaya operasional. Hasil panen juga menjadi lebih baik karena distribusi air lebih merata,” ujar salah satu penyuluh pertanian.
Pemerintah terus mendorong penggunaan teknologi pertanian modern melalui pelatihan dan bantuan alat bagi kelompok tani. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.
Dengan penerapan sistem irigasi yang efisien, sektor pertanian Indonesia diharapkan mampu berkembang lebih modern, produktif, dan ramah lingkungan.