Budidaya Ikan Bandeng
Berikut ini klasifikasi ikan bandeng (Chanos chanos) yang perlu diketahui:
| Taksonomi | Klasifikasi |
|---|---|
| Kingdom | Animalia |
| Filum | Chordata |
| Subfilum | Vertebrata |
| Kelas | Osteichthyes |
| Subkelas | Teleostei |
| Ordo | Malacopterygii |
| Famili | Chanidae |
| Genus | Chanos |
| Spesies | Chanos chanos |
Bandeng (Chanos chanos) atau milkfish ini memiliki ciri-ciri bentuk memanjang, padat, pipih, dan oval. Perbandingan antara lebar dan panjang tubuhnya adalah 1:(4.0-5,2).
Habitat tempat hidup bandeng adalah pada air tawar, payau, hingga laut, dengan kisaran kadar garam antara 0-140 promil. Budidaya ikan ini dapat dilakukan di kolam/sawah, air payau (tambak), dan menggunakan keramba di laut.
Ikan bandeng juga cukup diminati oleh pembudidaya ikan. Sebab, ikan ini dapat tumbuh dengan cepat, yaitu sekitar 1,1 - 1,7% bobot badannya per hari.
Selain pertumbuhannya yang cepat, ikan ini juga sangat diminati pasar karena memiliki rasa yang nikmat, bergizi tinggi, dan mudah diolah menjadi berbagai macam makanan. Mulai dari otak-otak bandeng, bandeng presto, bandeng goreng, dan masih banyak lagi.
Cara Budidaya Ikan Bandeng
Ada beberapa langkah dalam membudidayakan ikan bandeng yang bisa Anda terapkan seperti berikut ini:
1. Tentukan Jadwal Budidaya Ikan Bandeng
Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan persiapan kolam tambak dan lainnya, hal pertama yang harus diketahui adalah jadwal budidayanya. Sebab, dalam 1 siklus budidaya tambak ikan bandeng membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.
Ini terbagi atas 1 bulan persiapan kolam tambak, 1 bulan penggelondongan, dan 4 bulan masa pembesaran. Pada masing-masing masa itu, ikan bandeng terus bertumbuh dengan rincian sebagai berikut:
- Bulan 1 (Persiapan Tambak): Ikan berukuran 1 cm (nener).
- Bulan 2 (Penggelondongan): Ikan berukuran 2-6 cm.
- Bulan 3 (Pemeliharaan): Ikan berukuran 7-10 cm.
- Bulan 4 (Pemeliharaan): Ikan berukuran 10-15 cm.
- Bulan 5 dan 6 (Pemeliharaan): Ikan konsumsi dengan ukuran 4 ekor per kilo.
Memahami hal tersebut, sangat penting bagi Anda untuk menentukan kapan masa persiapan kolam di setiap tahunnya. Jika tidak dijadwalkan dengan baik, Anda bisa kehilangan waktu terbaik untuk membudidayakan ikan bandeng.
2. Syarat Lokasi Budidaya Ikan Bandeng
Selain menentukan jadwal budidaya, penting juga bagi Anda untuk memahami syarat lokasi yang baik untuk tambak ikan bandeng Anda. Berikut penjelasan lengkapnya:
-
A. Terletak Di Antara Pasang Surut
Mengingat lokasi budidaya bandeng lebih baik dilakukan pada air payau, maka posisi lahan tambak sebaiknya terletak di area pasang surut air laut. Ini bermanfaat agar pengairan tambak yang mengandalkan mekanisme pasang surut air laut dapat berjalan optimal. Namun, jika Anda menggunakan air tawar, lokasi sebaiknya berdekatan dengan muara atau sungai agar pengelolaan air tambak menjadi lebih mudah.
-
B. Dekat Sumber Air
Sangat disarankan untuk memilih lokasi yang dekat dengan sumber air, baik dari muara, sungai, maupun laut. Hindari juga daerah yang rawan terkena banjir agar Anda terhindar dari gagal panen.
-
C. Tanah Tidak Mudah Bocor (Porous)
Sangat disarankan untuk membangun kolam dari tanah liat agar kolam tanah Anda tidak mudah bocor atau porous, sehingga volume air tetap stabil. Bagi Anda yang menggunakan kolam terpal, pastikan memilih kualitas terpal yang baik demi keberhasilan budidaya.
-
D. Tanah Bertekstur Lempung
Anda disarankan memilih jenis tanah bertekstur lempung yang memiliki komposisi liat, berpasir, dan debu yang berimbang (liat berpasir) agar kolam kuat dan tidak mudah bocor.
-
E. Tanah Tidak Bersifat Sulfat Masam
Tanah yang bersifat sulfat masam tidak baik untuk pertumbuhan ikan bandeng. Oleh sebab itu, pilihlah tanah kolam yang tidak mengandung kadar pyrit tinggi.
-
F. Tidak Bertentangan dengan RTRW
Anda harus mematuhi peraturan pemerintah, salah satunya adalah tidak bertentangan dengan Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) serta rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K). Pastikan lokasi tambak tidak menghalangi kepentingan lain seperti pemukiman, kawasan lindung, greenbelt mangrove, pariwisata, maupun industri.
-
G. Jarak Sempadan dan Garis Pantai Sesuai Aturan
Sempadan pantai pada tambak disarankan memiliki lebar minimal 100 meter dari garis pantai agar kolam tambak aman dari pasang surut ekstrem dan menjaga kelestarian mangrove.
3. Persiapan Petakan Lahan Tambak
A. Petak Pendederan (Peneneran/Nursery Ponds)
Pada petak pendederan, disarankan memilih bibit ikan bandeng (nener) yang masih berukuran 1 cm. Lakukan perawatan pada nener di hatchery selama 15-25 hari.
B. Petak Penggelondongan (Transition Ponds)
Tahapan penggelondongan ini bertujuan mempercepat pertumbuhan nener dan meningkatkan daya hidup ikan sebelum dilepas ke petak pembesaran. Tahapannya terdiri dari:
- Tambak Penggelondongan 1: Pemeliharaan selama 15 hari hingga ikan tumbuh dari 1 cm menjadi 3 cm.
- Tambak Penggelondongan 2: Pemeliharaan selama 20-25 hari hingga ikan tumbuh dari 3 cm menjadi 5-6 cm.
- Tambak Penggelondongan 3: Pemeliharaan selama 20 hari hingga ikan tumbuh dari 6 cm menjadi 7-10 cm.
- Tambak Penggelondongan 4: Pemeliharaan selama 20 hari hingga ikan mencapai ukuran 10-15 cm. Pada tahap ini, bandeng sudah bisa dipanen untuk keperluan umpan.
C. Petak Pembesaran (Rearing Ponds)
Pada petak pembesaran, dibutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan untuk membesarkan ikan bandeng menjadi ikan konsumsi dengan ukuran ideal 4 ekor/kg.
4. Tahap Persiapan Kolam Tambak Budidaya Ikan Bandeng
A. Pengeringan Tanah Dasar
Pengeringan dilakukan hingga tanah benar-benar kering dan retak untuk memutus siklus penyakit. Jika pH tanah rendah atau mengandung pyrit, lakukan pencucian tanah dasar terlebih dahulu dengan memasukkan air minimal 1x24 jam lalu dibuang, hingga pH tanah mendekati angka 6.
B. Pengapuran
Bertujuan untuk menetralkan pH tanah menggunakan kapur dolomit, kapur tohor, atau kapur pertanian dengan takaran berikut:
- pH tanah 4-5: Berikan kapur sebanyak 500-1000 kg/ha.
- pH tanah 5-6: Berikan kapur sebanyak 250-500 kg/ha.
- pH tanah >6: Berikan kapur sebanyak 100-250 kg/ha (atau tidak perlu diapukan).
C. Pemupukan Kolam
Dilakukan pada H-10 tebar menggunakan pupuk organik sebanyak 50 gram/m² untuk merangsang pertumbuhan pakan alami seperti klekap, lumut, dan plankton.
D. Pengisian Air
Masukkan air bersih secara bertahap (mulai dari 10 cm, dinaikkan ke 20 cm, hingga 40 cm) menggunakan saringan minimal 2 lapis untuk mencegah masuknya predator. Pada H-7 tebar, lakukan pemupukan ulang menggunakan Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan dengan dosis 6 ml/m².
5. Pemilihan Bibit Ikan Bandeng (Nener)
A. Ciri Nener yang Baik:
- Ukuran seragam (minimal 95% seragam).
- Tidak ada cacat fisik dan gerakannya lincah (melawan arus saat air diputar).
- Warna tubuh transparan dengan isi perut tampak penuh.
- Responsif dan langsung melahap makanan.
- Berusia minimal 18 hari dengan panjang minimal 1,6 cm, serta berasal dari pembenih bersertifikat CPIB.
B. Macam-Macam Ukuran Nener berdasarkan Kebutuhan:
- Ukuran 2-3 cm (1000 ekor/kantong) untuk gelondongan semarangan.
- Ukuran 5-7 cm (500 ekor/kantong) untuk gelondongan kasaran.
- Ukuran 8-10 cm (200 ekor/kantong) untuk gelondongan semi.
- Ukuran 10-12 cm (50 ekor/kantong) untuk gelondongan super semi.
- Ukuran 13-15 cm (50 ekor/kantong) untuk gelondongan balian/bandeng umpan.
6. Cara Penebaran Benih Ikan Bandeng
Langkah awal setelah pengangkutan adalah aklimatisasi (adaptasi suhu dan lingkungan baru):
- Apungkan kantong berisi nener di dalam tambak beberapa saat hingga suhu air di dalam dan di luar kantong sama.
- Buka kantong perlahan agar nener keluar dengan sendirinya, lalu berikan pakan di bak penampungan.
7. Cara Pemeliharaan Ikan Bandeng untuk Gelondongan
Penggelondongan dilakukan selama 15-60 hari dengan padat tebar awal 100-200 ekor/m² pada kedalaman 60 cm. Jika pakan alami menipis, gunakan Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan secara berkala untuk menekan angka kematian (*mortalitas*).
8. Pemeliharaan Pada Petak Pembesaran Ikan Bandeng
Dengan manajemen pakan dan air yang baik, pemeliharaan selama 2-3 bulan di petak pembesaran dapat menghasilkan bandeng berukuran 300-350 g/ekor (3-4 ekor/kg). Semprotkan Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan dengan dosis 6 ml/m² setiap 10 hari sekali untuk meningkatkan imunitas, mempercepat penggemukan, dan memperkaya pakan alami.
9. Cara Perawatan Kolam Ikan Bandeng
A. Pengelolaan Kualitas Air
Lakukan penggantian air secara rutin memanfaatkan pasang surut air laut. Untuk tambak di area pantai, disarankan menyisakan 50% luasan lahan untuk vegetasi mangrove guna menjaga kelestarian lingkungan. Lakukan cek berkala pada suhu, pH, dan kecerahan air dari polusi industri atau rumah tangga.
B. Pemberian Suplemen Organik Perikanan
Penggunaan suplemen organik cair sangat vital untuk meningkatkan mutu air, mempercepat umur panen, serta mencegah kontaminasi bahan kimia berbahaya pada ekosistem tambak Anda.
Cara Panen Ikan Bandeng
Pemanenan ikan bandeng sebaiknya dilakukan pada pagi hari dalam kondisi ikan masih hidup. Pada waktu ini, usus ikan dalam keadaan kosong sehingga mencegah kerusakan organ pencernaan dan menjaga kesegaran ikan lebih lama.
Saat memanen, air tidak perlu dikurangi seluruhnya. Gunakan jaring waring agar sisik ikan tidak lepas. Serok bandeng secara total menggunakan krikip, lalu pindahkan ke terpal (hapa) menggunakan keranjang. Jaga stabilitas suhu selama pengangkutan agar ikan bandeng tetap segar sampai ke tangan konsumen.