← Kembali

Cara menanam pohon melinjo

01 Jan 1970 Oleh: RANJANANUSA
Cara menanam pohon melinjo

Pohon Melinjo yang memiliki nama latin Gnetum gnemon L merupakan tanaman tropis serbaguna yang dapat tumbuh menjadi pohon berukuran besar. Tanaman ini banyak ditanam di pekarangan rumah warga di pedesaan karena memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.

Masyarakat membudidayakan pohon melinjo utamanya untuk diambil bagian buahnya. Sebab, biji buah melinjo dapat diolah menjadi kudapan keripik yang sangat populer di Indonesia, yaitu keripik emping melinjo. Tidak hanya buahnya, bagian daun hingga batangnya juga mendatangkan banyak manfaat. Dalam sekali panen, tanaman tropis dewasa ini mampu menghasilkan buah hingga mencapai 1 kwintal, sehingga sangat efektif untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga.

Secara karakteristik, melinjo termasuk dalam tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae), di mana bijinya terbungkus langsung oleh kulit luar tanpa daun buah. Meskipun memproduksi buah, tanaman ini unik karena tidak menghasilkan bunga sejati seperti tumbuhan berkeping dua pada umumnya. Saat mencapai usia dewasa, pohon melinjo dapat tumbuh menjulang setinggi 25–30 meter dengan masa hidup atau usia mencapai lebih dari 100 tahun.


KARAKTERISTIK DAN ANATOMI POHON MELINJO

Struktur Biji dan Buah Melinjo

Di dalam buah melinjo terdapat biji yang terbungkus oleh 3 lapisan kulit pelindung yang spesifik:

  • Lapisan Pertama (Kulit Luar): Memiliki tekstur lunak, berwarna hijau cerah saat masih muda, dan akan berubah menjadi merah pekat ketika sudah matang.
  • Lapisan Kedua: Memiliki tekstur yang agak keras dan berwarna cokelat muda.
  • Lapisan Ketiga: Berupa lapisan kulit dalam yang tipis.

Bagian yang paling sering diolah oleh industri rumahan adalah biji utama yang terletak di bawah lapisan kulit ketiga. Biji inilah yang ditumbuk hingga pipih, dikeringkan, lalu digoreng menjadi keripik emping.

Karakteristik Daun dan Batang

Daun melinjo memiliki bentuk oval menjarong. Saat masih muda, daunnya berwarna hijau muda segar dan akan berubah menjadi hijau tua kecoklatan saat berumur tua. Daun melinjo muda (*daun so*) sangat digemari masyarakat untuk diolah menjadi hidangan tumis, lodeh, atau campuran sayur asem.

Sementara itu, batangnya memiliki diameter berkisar antara 10–20 cm dengan tipe percabangan monopodial (batang utama terlihat jelas, lebih besar, dan lebih panjang dibandingkan cabang-cabangnya). Kayu dari batang melinjo yang sudah tua juga sering dimanfaatkan sebagai material pembuatan mebel atau furnitur.


KLASIFIKASI ILMIAH POHON MELINJO

Tingkat Taksonomi Keterangan Ilmiah
Divisi Spermatophyta
Subdivisi Gymnospermae
Kelas Gnetinae
Ordo Gnetales
Famili Gnetaceae
Genus Gnetum
Spesies Gnetum gnemon L

KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT KESEHATAN

Setiap komponen dari pohon melinjo memiliki profil nutrisi yang kaya, namun perlu dikonsumsi secara bijak:

  • Biji Melinjo: Mengandung protein, lemak, pati, flavonoid, resveratrol (polifenol), serta antioksidan tinggi yang berfungsi menangkal radikal bebas pemicu kanker. Peringatan Khusus: Mengonsumsi biji melinjo secara berlebihan dapat memicu peningkatan kadar asam urat karena adanya kandungan purin yang cukup tinggi di dalamnya.
  • Kulit Melinjo: Kaya akan asam askorbat, tokoferol, polifenol, vitamin A, vitamin B1, kalsium, fosfor, dan vitamin C. Kombinasi kalsium dan fosfor ini sangat baik untuk menjaga kepadatan tulang dan gigi, sementara vitamin lainnya mendukung kesehatan kulit serta pembentukan energi.
  • Daun Melinjo: Berdasarkan penelitian ilmiah, kadar antioksidan tertinggi justru ditemukan pada daunnya, yaitu mencapai 5,97 persen. Kandungan zat flavonoid antioksidan pada daun melinjo efektif untuk membantu menstabilkan kadar gula darah dan mengontrol kondisi diabetes.

PANDUAN TEKNIS CARA BUDIDAYA MELINJO

Tanaman melinjo memiliki adaptasi yang baik dan dapat tumbuh optimal di dataran rendah hingga kawasan pegunungan pada ketinggian 0–1200 meter di atas permukaan laut (dpl). Jenis tanah yang cocok meliputi tanah liat, berpasir, maupun berkapur. Namun, perlu dihindari area lahan yang mudah tergenang air atau memiliki tingkat keasaman (pH) yang terlalu tinggi.

Berikut adalah tutorial langkah demi langkah cara menanam pohon melinjo agar tumbuh subur:

1. Metode Perbanyakan Tanaman
Proses pembiakan melinjo dapat diaplikasikan melalui dua metode:

  • Secara Generatif: Menggunakan teknik persemaian biji melinjo yang sudah tua secara langsung.
  • Secara Vegetatif: Menggunakan teknik stek batang atau okulasi untuk mempercepat masa produktif pohon.

2. Persiapan Lahan Tanam
Bersihkan seluruh rumput liar dan gulma pada area lahan, kemudian tanah dibajak atau dicangkul agar gembur. Buat lubang tanam dengan ukuran presisi 60 x 60 x 75 cm. Masukkan pupuk kandang matang sebanyak 10 kg per lubang sebagai pupuk dasar sebelum bibit dimasukkan.

3. Proses Penanaman Bibit
Apabila bibit melinjo pada persemaian telah mencapai tinggi 25–30 cm, bibit sudah siap dipindahkan ke lahan utama. Saat pelepasan wadah semai, pastikan tanah yang menempel pada akar tidak pecah agar tidak merusak sistem perakaran.

Posisikan akar serabut agar tersebar secara alami ke segala arah di dalam lubang tanam. Jika terdapat ujung akar yang patah atau membusuk, potong dengan gunting steril. Timbun lubang dengan tanah galian, lalu padatkan secara perlahan untuk mencegah penumpukan atau genangan air di sekitar pangkal batang.

4. Pemeliharaan dan Perawatan Rutin

  • Intensitas Penyiraman: Pada 2 minggu pertama pasca tanam, lakukan penyiraman secara intensif sebanyak 2 kali sehari. Setelah tanaman dirasa stabil, penyiraman dapat dikurangi menjadi cukup 1 kali sehari.
  • Pemupukan Lanjutan: Berikan pupuk kandang secara rutin sebanyak 2 kali dalam setahun. Teknik pemupukan dilakukan dengan cara menggali parit melingkar sedalam 10–15 cm tepat di bawah area terluar dari tajuk daun pohon.
  • Penyiangan Gulma: Lakukan pencabutan rumput liar dan tanaman pengganggu di sekitar piringan pohon melinjo secara berkala agar penyerapan unsur hara dari dalam tanah berjalan dengan optimal.

Form Analisa kebutuhan budidaya Ranjananusa | LOGIN