← Kembali

Cara berternak Kelinci

01 Jan 1970 Oleh: RANJANANUSA
Cara berternak Kelinci
Panduan Lengkap Cara Budidaya Ternak Kelinci Pedaging yang Menguntungkan

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan hewan mamalia yang satu ini. Selain sering dijadikan sebagai hewan peliharaan, kini banyak peternak yang menjadikan kelinci sebagai ladang bisnis yang sangat menggiurkan. Peluang inilah yang membuat banyak orang mulai melirik potensi budidaya ternak kelinci pedaging.

Selain mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, kelinci juga merupakan hewan yang mudah untuk dijinakkan. Karena kedua faktor keunggulan inilah, banyak pemula tertarik merintis bisnis budidaya ternak kelinci, khususnya untuk jenis kelinci pedaging.

Kelinci pedaging merupakan jenis kelinci yang paling banyak ditemukan dan dibudidayakan di Indonesia untuk diambil dagingnya. Ciri-ciri utama dari kelinci pedaging berkualitas adalah memiliki proporsi badan yang lebar serta sangat mudah untuk dikembangbiakkan.

Bagi Anda yang tertarik, berikut adalah panduan lengkap cara budidaya ternak kelinci pedaging yang sangat mudah dan simpel untuk langsung diterapkan.


Langkah-Langkah Budidaya Ternak Kelinci Pedaging

1. Memilih Indukan Kelinci Pedaging Berkualitas

Langkah awal yang paling krusial untuk memulai budidaya ternak kelinci pedaging adalah memilih indukan yang berkualitas super. Kualitas indukan ini jelas akan sangat berpengaruh pada keberlangsungan dan produktivitas hasil ternak Anda.

Saat membeli bibit ternak kelinci pedaging, pastikan Anda memperhatikan beberapa kriteria fisik penting berikut ini:

Parameter Fisik Kriteria Indukan Terbaik
Bobot Kelinci BetinaMinimal 4 kg
Bobot Kelinci JantanMinimal 3 kg
Kondisi MataCerah dan tidak sayu
Kondisi BuluBersih dan tidak rontok
Bentuk PinggulBulat sempurna
KarakteristikLincah dan aktif bergerak

2. Persiapan Kandang Kelinci Pedaging yang Nyaman

Selanjutnya, persiapkan kandang yang layak dan nyaman untuk dihuni kelinci. Sebelum membangun kandang, pastikan lokasi budidaya ternak kelinci pedaging Anda berada di lingkungan yang tenang dan jauh dari ingar-bingar perkotaan. Kelinci pedaging sangat menyukai tempat dengan sirkulasi udara yang baik dan suhu ideal berkisar di angka 21 derajat Celcius.

Kandang dapat dibuat secara ekonomis menggunakan bahan kayu atau bambu. Ukuran standar kandang adalah panjang 200 cm dan lebar 70 cm untuk menampung sekitar 10 hingga 12 ekor kelinci (tergantung jenis kelaminnya).

Catatan Penting: Jangan pernah menggabungkan kelinci jantan dan betina dewasa dalam satu kandang yang sama guna menghindari risiko perkawinan dini yang tidak direncanakan.

Secara umum, terdapat 3 jenis tipe kandang yang biasa digunakan dalam budidaya kelinci pedaging:

  • Kandang Tipe Postal: Tipe kandang ini umumnya digunakan untuk menampung anak kelinci pedaging yang baru saja lepas sapih dari induknya, serta digunakan sebagai area proses perkawinan.
  • Kandang Tipe Baterai: Tipe kandang ini sangat direkomendasikan bagi peternak yang fokus pada tahap pembesaran kelinci. Dibuat bertingkat menggunakan bambu atau kawat ram dengan ukuran standar 60×40 cm per sekat.
  • Kandang Tipe Ranch (Terbuka): Jenis kandang terbuka yang sangat sederhana. Anda hanya perlu memasang pagar pembatas dari bambu setinggi 1 meter agar kelinci bisa dilepasliarkan di area halaman tertentu.

Di dalam area kandang, pastikan ketersediaan pakan dan air minum selalu terpenuhi. Lakukan pembersihan kandang secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu dan jaga agar kondisi kandang tetap kering karena kelinci tidak menyukai lingkungan yang terlalu lembap.

3. Manajemen Pengelolaan Pakan Kelinci Pedaging

Pemberian pakan untuk kelinci pedaging sedikit berbeda dengan kelinci hias biasa, terlebih jika orientasi utama Anda adalah untuk target produksi daging komersial. Selain memberikan pelet khusus kelinci, Anda sangat disarankan untuk menambahkan suplemen nutrisi seperti Piterna dan Hormonik ke dalam pakannya. Berikan pakan secara konsisten 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.

4. Cara Mengembangbiakkan Kelinci Pedaging

Proses perkawinan idealnya baru boleh dilakukan saat kelinci pedaging jantan telah memasuki usia 8 bulan dan kelinci betina berusia 6 bulan. Pembatasan usia ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kegagalan reproduksi akibat perkawinan dini.

Proses mengawinkan kelinci pedaging tergolong cukup unik. Lakukan pada pagi atau sore hari dengan cara memasukkan kelinci betina ke dalam kandang kelinci jantan. Setelah terjadi satu kali perkawinan, segera angkat kelinci betina untuk diistirahatkan selama 10 hingga 15 menit. Setelah itu, masukkan kembali kelinci betina hingga ia menolak untuk dikawinkan lagi, baru kemudian kembalikan ke kandang asalnya.

5. Perawatan Anak Kelinci Pedaging (Kandungan Nutrisi)

Ketika anak-anak kelinci sudah lahir, tugas peternak adalah memastikan kondisi kandang mereka selalu dalam keadaan bersih, kering, dan hangat. Untuk pakan awal, berikan sayuran atau wortel yang telah dihancurkan agar mudah dicerna, serta tambahkan suplemen nutrisi khusus untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak kelinci.

6. Masa Panen Kelinci Pedaging

Langkah terakhir adalah masa pemanenan. Kelinci pedaging umumnya sudah siap dipanen dan dipasarkan saat memasuki usia 3 sampai 4 bulan dengan patokan harga jual di pasaran berkisar Rp 80.000 per ekor. Siklus panen kelinci ini tergolong cepat karena dalam satu tahun peternak bisa melakukan panen hingga 4 kali, di mana satu indukan kelinci betina rata-rata mampu menghasilkan hingga 6 ekor anak dalam sekali melahirkan.

Form Analisa kebutuhan budidaya Ranjananusa | LOGIN